Thursday, May 13, 2010

such a resume

Ditemani segelas milo panas sambil menunggu hujan reda untuk pergi ke kampus untuk latihan paduan suara mahasiswa (PSM IMTelkom) ngga tau kenapa jadi kepikiran buat posting lagi di blog yang lebih dari setahun ditinggalin ini. Sebenernya setahun kebelakang, banyak banget hal-hal yang pengen dibagi. Cuman ya rasa malas untuk menulis menjadi kendala utama, seandainya aja gue punya mesin penerjemah suara langsung jadi tulisan gue yakin deh udah setebel buku kitab Marketing nya Kotler kalo disatuin. Serius, karena sebenernya banyak banget hal yang mau gue share,
Sluurrrrp… (minum milo dulu)
Well, malem ini gue buat pertama kalinya masuk psm, katanya sih suara gw timbre nya bagus, bass banget. Tapi sekali lagi itu katanya. Padahal gw sendiri ngerasa biasa aja. Dan emang biasa aja, hhahaha.
Jujur beberapa bulan ini, terutama minggu-minggu ini hidup gue lagi berantakan banget. Gue belum bisa ngemanage waktu gue. Disatu sisi gue punya kewajiban buat kuliah yang bener, ngerjain tugas-tugas kuliah, karena itu emang tugas utama gue di bandung. Tapi gue juga punya tanggung jawab sama organisasi yang gw ikutin.
Gue General Manager Radio kampus gue sejak desember kemarin, itu artinya gw punya tanggung jawab penuh sama kegiatan operasional IM Radio. Banyak ambisi gue soal IM Radio. Gue pengen bisa live streaming, gue pengen punya SOP (Standard Operasional dan Prosedur) sendiri, gue pengen bikin training buat semua crew secara berkala, gue pengen punya pemancar 100watt, gue pengen punya web khusus buat radio, gue pengen punya studio gede ! banyak banget yang gue mau lakuin di radio ! Oke, mungkin ambisi gue sangat besar, dan disinilah kekurangan gue. Gue terhadang dan lebih sering tidak melihat seberapa besar kemampuan gue dan temen-temen radio yang lain buat ngeraih itu semua. Dan yang lebih parah lagi gue adalah tipe orang yang susah buat percaya dengan orang lain. Susah percaya bahwa orang lain itu bisa melakukan pekerjaannya sesuai dengan apa yang gue mau.
Ya, gue tau itu kekurangan gue. Dan gue sadar sesadar sadarnya bahwa itu bahaya banget buat gue sendiri. Karena itu akan rentan banget bikin gue jadi orang yang sombong dan sering ngeremehin orang lain.
Gue mau belajar untuk mengatasi itu. Kata nyokab gue “kamu lagi diuji buat jadi pemimpin, mas… jangan sampai sombong yaaa”
-----------
Mulai dari April kemarin, jabatan gue di KM IMTelkom yang selama Sembilan bulan kebelakang jadi Wakil Ketua I DPM Fakultas BTM resmi hilang, tentu hilang secara terhormat karena memang periode jabatannya sudah habis, malah kelebihan, karena seharusnya di periode gue (masa peralihan) cuma 6 bulan menjabat doang, tapi karena ada banyak hal jadi lah mundur 3 bulan.
Turun dari anggota DPM FBTM, gue pun naik jabatan ke BEM IMTelkom. Gue masuk Departemen Luar Negeri. Suatu departemen yang anggotanya selalu berusaha untuk menciptakan kesan eksklusif dari departemen yang lain. Dan gue adalah salah satu orang yang selalu ngompor-ngomporin tentang itu. Hahahahahahha, buat becandaan doing sih. Padahal mah semua departemen sama aja 
Di Deplu sendiri gue jadi Direktur di Ditjen Hubungan Korporasi dan Kerjasama. Namanya aja sih keren, padahal mah kerjanya ngapain aja gue juga ngga ngerti, hahahahhahaha.
Ya, Radio, BEM, PSM, dan Tugas-tugas kuliah gue yang ga pernah selesai itulah yang akhir-akhir ini bikin hidup gue berantakan. Gue kelabakan buat ngatur waktu.
Tapi apapun itu, keberantakan hidup gue sekarang adalah suatu pelajaran. Gue belajar untuk bikin ini semua tidak berantakan lagi. Dan gue sangat bersyukur dengan keadaan gue yang sekarang. Gue punya kesibukan, gue bisa memberikan kontribusi dari apa yang gue bisa buat kampus dan orang lain.
Sip, ujan udah reda… mau latihan psm dulu braaaaaaay 
Selamat belajar (buat gue) !
12 Mei 2010, Di kosan jam 19.20 WIB

Thursday, April 23, 2009

Ayah, Ibu, dan Pacarku Dimana-mana

Di kamar berwarna biru muda yang begitu sempit, ditemani dengan lampu tidur berbentuk bayi laki-laki telanjang dengan penis nya sebagai saklar yang menyala kuning redup, aku duduk memandang styrofoam di dinding yang penuh dengan tempelan foto dan berbagai benda yang menurutku penuh kenangan yang memang layak untuk kutempel disana. Dari sekian banyak foto disana, ada beberapa foto ku yang sedang bersama dengan teman-temanku.
Entah mengapa aku tiba-tiba merasa teman adalah papa, mama, dan pacar yang selalu ada di setiap langkah hidupku. Mereka adalah orang-orang ajaib yang dengan kekonyolannya mampu memberi warna tersendiri untuk hidupku yang sering aku anggap monoton. Teman sebagai seseorang yang mampu berubah menjadi sesosok ayah yang ketika aku salah mendapat marah dan teguran walau dengan cara yang berbeda dengan bagaimana seorang ayah sebenarnya melakukannya, namun bagiku maknanya tetap sama, berusaha mengingatkanku, meluruskan segala tingkah laku ku yang sering keliru.
Mereka terkadang juga mampu berubah menjadi seorang Ibu yang begitu perhatian kepadaku. Perhatian ketika aku mendapat masalah, yang seperti layaknya ibu dengan anaknya yang selalu menanyakan apakah sedang ada masalah atau hanya sekedar mendengarkan curhatan ku tentang segala cerita suka duka hidupku, yang walaupun selalu ditanggapi dengan konyol, tetapi bagaimanapun juga kepedulian dan perhatian mereka kepadaku itu yang terpenting.
Melewatkan seluruh waktu ku dengan mereka, tertawa bersama, dan jalan melewatkan hampir setiap malam minggu ku dengan mereka membuat mereka berubah menjadi sosok pacar yang selalu menemaniku disaat suka dan duka. Terlebih ketika aku sedang tidak memiliki sesosok pacar yang sebenarnya. Namun dengan kehadiran mereka, itu semua perlahan tergantikan.
Aku bahagia menjadi seseorang yang memiliki banyak teman disekitarku, yang dengan itu artinya aku memiliki ayah, ibu, dan pacar dimana-mana sehingga semakin memotivasiku untuk selalu optimis menjalani hidup tanpa perlu takut akan apapun karena “Ayah, Ibu, dan Pacarku” selalu ada disekelilingku. Aku tidak perlu lagi takut akan kesendirian, tidak perlu lagi takut akan tersesat, dan tidak perlu takut pula akan segala hal yang mungkin akan menghalangi langkah ku mencapai tujuan hidup.
Teman, adalah bagian dari hidupku yang tidak akan pernah tergantikan, oleh apapun, dan kapanpun.


Yoga Muda Aditya

Tuesday, April 21, 2009

[kau] tidak untuk dilupakan :untuk dikenang

Beberapa saat sebelum aku mulai menulis ini, aku baru saja mengirim sebuah sms singkat untuknya, “Gud luck ! :)”. Dia akan menghadapi uts hari ini, dan kupikir tidak ada salahnya mengirimkan sebuah sms yang aku harap bisa menjadi penyemangat untuknya, walaupun pada keadaan sebenarnya aku tak tahu sms itu menjadi penyemangat atau sekedar sms tidak penting dipagi hari. Dan aku pun tidak mempermasalahkan hal itu.
Dia tidak membalas sms ku. Mungkin dia sedang siap-siap ke kampus, atau sedang sarapan.

Saat ini aku sedang menulis sendirian dikamar sambil ditemani lagu The Way I Do dari Marcos Hernandes yang tidak tahu mengapa, seperti menceritakan kembali apa yang selama ini aku rasakan.

Your kiss, your smile, your mind
You’re sunlightin my eyes ...
I miss your breath on my neck,
When we whisper in the night

Didn’t wanna want you
Didn’t wanna need you so bad
Didn’t wanna wake up
And find that I was falling so fast

Didn’t wanna need you
Didn’t wanna need anyone
Now look what you’ve done...

Now I can’t go on without you
I’m naked , I can’t fake it
I’m not that strong without you
Never thought I could love you
The way I do..

Your touch, your skin,
Can’t believe the way you let me in
Don’t rush tonight, I need you like
The ocean needs the tide...


Entah mengapa, lagu itu seperti menuliskan kembali apa yang aku pikirkan. Aku yang kini sangat merindukannya. Merindukan ketika aku dan dia masih bersama. Merindukan bagaimana dia tertawa ketika sedang bercanda. Merindukan dia yang begitu manja. Dan sekarang aku tersenyum menulis ini semua.

Aku tidak tahu harus menyalahkan siapa ketika aku seperti ini. Menjadi seseorang yang begitu bodoh yang dulu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami, tetapi sekarang menjadi seorang lelaki sakit jiwa yang terus mengharapkan untuk kembali, padahal aku sadar kemungkinan itu sangatlah kecil, bahkan bisa dibilang tidak ada.

Disisi lain aku juga akan menjadi sangat egois ketika aku tetap seperti ini. Ketika aku tidak bisa membuka hati lagi kepada orang lain. Aku yakin dia akan sangat terganggu ketika aku seperti ini, dan aku juga akan menjadi sangat jahat ketika aku mengatakan sayang kepada orang lain yang membuka hubungan dengan ku padahal hatiku bukan untuknya.

Sekarang, esok dan nanti hanya ada satu hal yang aku harapkan dalam hidupku.
Mendapatkan rasa sayang yang tulus dari seseorang yang aku sayang, seseorang yang bisa memahami arti dari rasa sayang itu sendiri. Bukan karena materi atau fisik.
Entah siapapun orangnya.
Dan untuk dia, bagiku kamu bukanlah masa lalu yang harus dilupakan, tetapi sebuah kenangan indah yang akan selalu kuingat, karena aku bangga bisa menjadi orang yang pernah kau sayangi.


Yoga Muda Aditya
Bandung for live, Jakarta for love, Bandung-Jakarta for life

Monday, April 20, 2009

national examination : sebuah perjuangan penuh kenangan

22, 23, 24 april 2008...

hampir setahun yang lalu gw mengalami sebuah moment 3 hari yang sangat menentukan dalam hidup gw, ujian nasional.
sebuah ujian yang menjadi momok bagi hampir sebagian besar siswa kelas xii, termasuk gw salah satunya. gimana engga, tahun gw adalah tahun dimana ujian nasional mengalami perubahan besar-besaran, mulai dari jumlah mata ujian yang jadi dua kali lipat menjadi enam mata ujian yaitu 3 mata ujian umum : matematika, bahasa indonesia, dan bahasa inggris dan 3 mata ujian jurusan, dan karena gw jurusan ilmu alam, beruntunglah gw mendapat 3 mata ujian yang paling asik, biologi, fisika, dan kimia !
selain jumlah mata ujian yang berubah, juga standar kelulusan yang naik gak kira-kira ! belom lagi jadwal ujiannya yang begitu matching !
hari pertama : bahasa indonesia-matematika
hari kedua : bahasa inggris-kimia
hari ketiga : biologi-fisika

hahahaha !! manteb bangettt !

untuk mempersiapkan ujian nasional, sekolah gw adalah sekolah yang concern banget sama siswanya. gw dapet pemadatan materi dari bulan januari, dan semua mata pelajaran non ujian nasional untuk sementara dihilangkan, jadi otomatis tiap hari gw ngadepin yang namanya matematika, fisika, biologi, dan kimia ! seharii dari jam 7 sampai 13.30 kerjaannya cuma ngulik angka tiada ampun. dan itu pun belum selesai, kelar sekolah gw juga musti bimbel sampe sore, dan lagi-lagi yang dikulik adalah rumus viskositas, integral, matriks, isomir gusus fungsi, organ-organ manusia dan sebangsanya. dan ngga tau kenapa malah disaat-saat itu gw merasakan enaknya masuk jurusan IA, gw mulai menikmati pelajaran malah di saat akhir-akhir gw sekolah. Gw baru sadar kalo pelajaran gw asik banget. gw sempet ngomong sama diri gw sendiri "ya ampun ternyata fisika cuma gini doang?kenapa selama ini gw selalu remidi tiap ada test fisika sih?busettt"
karena begitu bisa ngerjain soal yang susah, kepuasan yang kita dapet gak terkira. sumpah, puas banget ! beda sama waktu gw kelas x ma xi yang masa-masa sekolah gw lebih gw habiskan untuk organisasi dan kegiatan di luar sekolah, kaya osis lah, ngurus pensi, kegiatan ini itu. malah bisa dibilang intensitas gw belajar sama gw organisasi lebih gede-an di organisasi. Dan saat-saat itu gw menjadi salah satu siswa "natural science class" yang benci ma pelajaran jurusan gw ! rasanya pengen cabut mulu dulu ! dan untung gw adalah salah satu siswa yang sering cabut secara legal, it's mean gw cabut pake surat keterangan dari guru piket. alesannya rapat lah, kegiatan osis lah, dsb. dan guru gw percaya aja karena gw anak osis. jadi gak ada tuh yang namanya cabut lompat pager. cabut gw ma temen-temen osis gw ya cabut terhormat. haahahahaahahha


okeh, back to the main topic.

akhirnya hari istimewa itu pun datang setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan. dan gw lumayan lancar ngerjain ujian sendiri, tanpa nyontek kecuali fisika, dan itu pun cuma dikit dan karena bener-bener darurat! for info aja ni, selama ujian nasional kelas gw bersih ! gak ada yang nyontek ! semua ngerjain pure sendirian ! kita satu kelas punya prinsip, dan itu semua bukan karena kita jadi kelas program internasional satu-satunya di angkatan gw trus jadi sok-sok an gak pada nyontek. cuman tanpa dikoodinir untuk main bersih, tiap anak kelas gw udah sadar arti dari sebuah ujian, padahal ni guru gw aja sampe ngasih tau kalo ntar waktu un agar saling bantu antar temen, tetep aja semua percaya diri ngerjain bersih. Demi Allah, itu adalah hal yang paling gw banggain dari kelas gw diluar kekaguman dan kebanggaan gw sama temen-temen gw yang begitu jenius-jenius. Gw ngerasa bangga ketika banyak banget temen kuliah gw yang dengan bangga cerita tentang ujian nasional nya yang dapet bocoran lah, yang bisa nyontek membabi buta karena pengawasnya baik lah, yang nyogok pengawasnya lah. Subhanallah, kelas gw enggak ! beda banget kebanggaan ketika kita cerita gimana "gw berhasil nyontek" sama kebanggaan ketika kita cerita "gw berhasil ngerjain sendirian" !

gw sama sekali gak iri sama temen-temen kampus gw yang nilai un nya outstanding "menurut ijasah" ! jujur, nilai un temen-temen kuliah gw rata-rata 50 keatas ! tapii prakteknya otak mereka gak lebih dari temen-temen sma gw yang nilai un na 30an ! serius ! sampe temen gw pernah ada yang bilang ke gw, "emang gak, nilai un gw tinggi tapi jujur otak gw nol !"

so? apa gunanya gitu dapet nilai tinggi di ijasah ? buat dibanggain sama anak cucu? buat dibanggain kalo dulu orang tuanya dapet contekan atau bocoran gitu? atau mau ngibul kalo itu nilai asli? kalo gw sih jujur dunia akhirat malu bohong sama anak kalo kita ngaku-ngaku nilai abal-abal di bilang nilai murni usaha sendiri ! itu sama aja orangtua pecundang !

satu pesen gw buat temen-temen yang sekarang lagi berjuang buat ujian nasional !
berusaha, berdoa, dan percaya kalau kalian bisa !

lakukan apa yang terbaik yang menjadi bagian kalian, dan selanjutnya Allah akan menalakukan apa yang menjadi bagian-Nya.

jangan cepet putus asa, tetep berjuang untuk yang terbaik. karena momen-momen ini yang akan menjadi cerita manis kalian untuk masa depan. seperti gw yang sekarang bisa tersenyum bangga menulis kembali cerita perjuangan gw dulu yang penuh kenangan. ingin kembali rasanya ke masa itu untuk kembali menikmati betapa indahnya berusaha, berjuang meraih impian !


yoga muda aditya,
Graha Garia Bandung

Saturday, October 4, 2008

pulang kampung!!

Pulang kampung!!!
Yeah akhirnya pulang kampung juga ni. Udah kangen euy..
Kangen Mom,dunia ini hampa tanpa omelan lo Mom!!! Berasa sayur tanpa mangkuk deh, ahaha *tumpah dong?*gw kangen banget capcay spesial bikinan Mom yang pedesnya mpe bikin gw sukses menjrret 3 hari gak kelar-kelar. Trima kasih. Trima kasih atas capcay nya mom...*makasih deh, udah kenyang!!*

Kangen Dad, kangen teriakan khas na tiap magrib nyuruh gw adzan...
Kengen nyiapain alasan-alasan jitu buat ngeles kalo duit bensin abis tiap hari. “...gak tau tuhh pa, tanki na bocorrr!” gyahahaha..

Kangen ade gw, Aji, yang gw baru tau kalo dia ternyata skrg udah kelas 6. Ohhh God, ampunilah seorang kakak yang saking tidak pedulinya dengan adeknya sampe ngira ade nya masih kelas 4 SD tiiap ditanya orang. Padahal udah mau lulus gituuu lohh...hoh!!
Kangen mbak Tum, pembokat gw yang –susah digambarin pake kata2 saking kompleksnya-hahahah
Kangen banget ngomelin lo mbak. Kalo udah ngomelin lo berasa hilang semua penat di dada, lepas semua masalah. Hahahaha. Maafkan diriku yang selalu menganiayamu...plis..urungkan niat mu untuk mengadukan ku ke DEPNAKER!!

Saat nulis ni blog, gw udah ada dirumah. Tepatnya di mantan kamar gw yang skrg berubah begitu dahyat dekorasinya karena jadi kamar ade gw. Buhhhhhsyet dah! Perabotan lengkap, kaya di ruang tengah aja! Hohh, sedihh kalo bayangin kamar kontrakan gw yang cuma segede kandang ayam. Huhuhu...*pasti ayam nenek gw ketawa deh kalo liat kamar gw yang gede nya mirip kamar mereka*huhuhuhuhuh
Hidup di perantauan ternyata gak semuanya seasik yang gw bayangin dulu. Emang sih kalo jauh dari ortu jadi bebas mo ngapain aja, mau nungging2 di flyover kek, mau ngepel jalan kek, mau jadi menantunya Erwin Gutawa kek, terserah aja. Who cares??
Mau pulang jam berapapun juga bebas, mau masukin cewek ke kamar mpe seminggu gak keluar2 juga gak masalah (asal cwe nya betah aja ditaruh kamar kandang ayam seminggu)hahaha.
Gak ada yang peduli man, paling juga ibu kontrakan yang bawel dikit..itupun gampang. Sumpelin aja noh mulutnya pake duit, mingkem pasti! Hoooah.
Tapi kalo udah masuk masalah hakikat hidup enak, nyaman, tentram, dan sejahtera...hidup di perantauan jauhh dari itu. Gak bisa lagi makan enak gratis tiap hari, gak bisa makan udang goreng tepung tiap hari (for info ni, ade gw emang udangiofora ma fungiofora, dia doyannya cuma udang ma jamur. Jadilah hampir tiap hari nyokab gw masak udang, cuman kalo duitnya lagi abis karena gw rampok*hoho*udangnya bakal diganti ma jamur goreng, dan adek gw pun dengan begonya berkomentar “...ternyata jamur sama udang rasanya sama ya??” gw : .....(mengernyit)
Selain itu, karena jauh dari ortu duit juga terbatas banget, tapi bukannya kalo dirumah duit gak terbatas, cuman kalo dirumah kan kalo duit lagi abis bisa langsung minta bokap tuhh, kalopun bokap lagii pelit, kalo kita jago ngerayu kan ujungnya bakal dikasih juga! Biasanya kalo kita mintanya dengan gaya-gaya yang unik pasti bokap gampang melting. Contohnya nih, lo minta duitnya sambil kayang, ato ngga lo minta duit sambil nodongin minyak urut-it’s mean “...kasihh duitnya dongg pa..ntar gw pijitin dehh”-cuman ngomongnya pake body language gitu..manjur deh. Tapi tergantung jenis bokapnya juga sih, kalo bokap lo macem Tukul kayanya cara terampuh ngedapetin hatinya adalah dengan memberikan nomor hape temen-temen cewek lo secara cuma-cuma kepadanya...
Nah, kalo jauh dari ortu kan ribet kalo duit abis. Iya kalo nelpon minta ditransfer trus langsung dkirim. Kalo engga? Masa kita mau ngerayu sambil kayang pake 3G bandung-semarang??
Gak mungkin kan?? Ato kita mau nangis2 di mesin atm minta diutangin dulu? Hooah, susah deh, kalo mau maen2 musti mikir2 dulu sekarang...gak bisa kaya dulu..padahal bayangan gw dulu kalo udah pindah di Bandung gw bakalan bisa maen sepuasnya, berdisko ria rame2, tapi apadaya...huhft.
Sekarang...semuanya musti disyukuri lah. Sgimana pahitnya hidup di perantauan juga pilihan gw...
Malah dengan gini gw bisa mulai belajar bersyukur atas semua nikmat yang gw dapet...

Oy, gw juga mw ngucapin met Idul Fitri, minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin bwt semuanya...
Dan selamat menjalankan PPG (proses perbaikan gizi) kepada seluruh mahasiswa indonesia yang pulang kampung.
Trimakasih.trimakasih.trimakasih.aurakasih.

Tuesday, September 9, 2008

Rutinitas Kegiatan di Bulan Puasa

03.00 : diteriakin ibu kontrakan buat bangunin sahur-sumpah berisik abis- “dekk..dek..bangun dek...udah jam 3 lewat ateuh! (sambil degor2 jendela kamar gw tiada ampun)”

The story of Ibu Kokom (ibu Kontrakan gw-yang gak ada matinya*tentu sebelum tiba waktunya*wakakak)
Gw punya Ibu kontrakan yang sebenarnya baik, ramah, dan pengertian...cuman kadang suka lebay juga, jadi bikin kesel, hoh. Bayangin aja, pernah satu tengah malem, gak ada babi, gak ada anjing tiba-tiba ibu kost dengan semangat sapi gila gedor-gedor jendela gw lengkap sepaket dengan teriakan ala nyokabnya Giant!

Ibu Kokom: “dek..dek..bangun dek!! Jemurannya belom diangkatin ni, punya siapa???”
Gue : “gak tauu bukkk, gak nyuci!!!”
Ibu kokom : “Punya temennya kali, yang anak bekasi itu?” (masih tetep gedor-gedor)
Gue : “Iya kali”
Ibu Kokom : “ya udahh ini diangkatin dulu”
Gue : (akhirnya dengan mata merem gw bukain pintu belakang rumah, dan sudah mendapati ibu kost gw yang gak tau kenapa malem itu lebih mirip hagrid cewek sambil bawa cucian.
Ibu Kokom : “ Nih cuciannya...” “Udah sana tidur lagi, sahurnya masih lama!”
Gue : “...........” (hening) –heran, sempet2nya tengah malem gedor-gedor cuman buat nyuruh ngangkatin jemuran!!- hoahhh!!!!! Ampun!
03.15 : Bangunin anak-anak
03.20 : Hunting warteg buat nyari makanan sambil menggigil2 gila...
03.40 : Makan dengan menu “standar anak kost” sambil liat tv.
04.35 : Sholat subuh, tidur.
08.00-10.00 : Jam rata-rata bangun pagi (tergantung jadwal kuliah)
13.30 : balik dari kampus
16.00 : rapat inagurasi di kampus
17.40 : nyari buka puasa bareng anak se-kontrakan (menu buka wajib : teh botol + krupuk) T.T
18.30 : jalan ma anak se-kontrakan, muterin mall, ngeceng, nongkrong di circleK, ngedon di taman flexy, tao ngamen ma anak-anak danus di Dago kalo lagi ada jadwal ngamen .
23.00 : Balik ke kontrakan
23. 30 : tidur...

Thursday, September 4, 2008

puasaa anak kost : menderita

Gak kerasa bener udah ramadhan lagi, cepet banget rasanya. (pendahuluan sejuta umat blogger edisi ramadhan) gyahahahaha!
Ramadhan kali ini beda. gw ngelewatin ramadhan di bandung. Di rumah kontrakan gw yang amat tidak proporsional ukurannya.*bayangin aja, ruang tv gw segede lapangan bola tapi kamar2 nya cuma segede wc kucing! Anjisss!*
Ramadhan ini jg gak gw lewatin sama orang2 spesial gw kaya dulu...
Buat neng gita gutawa...maav aa’ kaga bisa nemenin saur kamu lagi...
Kalo kangen ma aa’ liat komeng di trans tv aja yahhh....*ekspresi pasrah*

Gw ngelewatin saur, ngabuburit, makan ngumpet2 (wkwkwk) sm anak2 kontrakan gw yang lain...
Tentu dengan segala keterbatasan yang ada...
Gakk kaya dulu dirumah, bangun-bangun saur di meja makan udah lengkap...mata merem2 sambil nyarii sendok ma garpu doang.
Sekarang, bangun tidur mata masih merem kudu udah hunting warteg! Hoaahhh..
Udah gitu mesti ngikutin prosesi ngantre sembako dulu pula di warteg.
*buat owner2 warteg terhormat, kapan ya buka delivery service? Harii gini gitu lohh...
Masa kalah ma yang jualan cireng deket kampus gw. Cireng gitu lohh, pake delivery! Hohohoho.

Okeh, udah subuh ni.
Saatnya hibernasi dimulai hingga buka puasa menjelang. Gyahahaha-
Sampai jumpa sahur berikutnya....


Salam sepak bola! (???)